Aniversary Ke 9 Tahun

Kami selaku keluarga besar GEMPAC JUNIOR CIREBON mengundang akang/teteh semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam acara kami, yaitu MILAD Ke-9 Tahun ( 2008 - 2017 ).

Pendakian Bersama "FUN EXPEDITION 5"

Diantara tujuan kami memberikan pelayan kepada rekan-rekan sekalian adalah dengan membuka opentrip per 3 bulan sekali. salah satu tujuannya adalah digunung Semeru 3076 Mdpl - Lumajang, Jawa Timur.

Pendakian Bersama "Dolan Bareng 2"

Diantara tujuan kami memberikan pelayan kepada rekan-rekan sekalian adalah dengan membuka opentrip per 3 bulan sekali. salah satu tujuannya adalah digunung Slamet 3428 Mdpl, Purbalingga/Tegal - Jawa Tengah.

Anda Puas Kami Lemas

Tidak hanya itu, kami juga memiliki SDM ( Sumber Daya Manusia ) yang siap untuk bersaing dengan kemajuan jaman. Karena hampir semua hal kami pelajari di dalam ilmu Pendakian beserta Pelayanannya.

Dokumentasi Luar Biasa

Setiap perjalanan anda bersama kami, akan diabadikan oleh Anggota kami yang sangat kompeten di bidangnya. Tidak hanya dalam dunia pendakian, kami siapkan juga dia untuk menyimpan moment-moment terbaik selama perjalanan tersebut.

Api Unggung Sepanjang Malam

Tidak perlu sungkan untuk memberikan instruksi kepada kami, karena instruksi adalah bagian dari perjanjian secara lisan ketika melakukan perjalanan bersama kami. Instruksi anda akan kami kerjakan semaksimal mungkin.

0 Mdpl

Pantai juga suatu keindahan yang tiada tara

Tuesday, May 24, 2016

Kondisi Dua Pendaki Gunung Semeru Masih Lemas

Gempac Junior - Dua pendaki semeru yang asal Cirebon berhasil ditemukan, Selasa (24/05) sekitar pukul 16.05 WIB. Dua pendaki ditemukan Search and Rescue Unit (SRU) Pos SAR Jember.
Berdasarkan informasi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Lumajang, Hendro Wahyono membenarkan kabar ini. Supyadi dan Zirli Gita Ayu Safitri ditemukan bersamaan dan tidak terpisah.
“Kondisinya lemas mungkin karena kurangya asupan energi tapi sudah bisa berjalan,” kata Hendro Wahyono.
Ia menginformasikan, kedua pendaki ini akan dievakuasi ke Puskesmas Pasrujambe terlebih dahulu untuk dicek kondisi fisiknya.
“Keluarga dari korban sudah berada di Lumajang semua,” katanya.
Didi Syahrudi yang merupakan kaka dari Supyadi saat di hubungi oleh CT membenarkan tentang adanya kabar kalo Zirli dan Supyadi sudah di temukan dan dalam proses evakuasi untuk turun di pos utama.
“Mungkin kalau kondisi fisik sudah membaik insya Allah hari jumat bisa pulang ke cirebon,” ujarnya.
Seperti diketahui, Supyadi dan Zirli dilaporkan hilang saat mendaki Semeru. Keduanya dikaporkan hilang ke Pos Resort Ranupani pada tanggal 20 Mei 2016 pukul 20.00 WIB. (Johan)

Sumber : http://www.cirebontrust.com/kondisi-dua-pendaki-gunung-semeru-masih-lemas.html

Ini Kronologis Dua Pendaki Asal Cirebon di Mahameru Ditemukan

Dua pendaki gunung Semeru asal Cirebon sempat dinyatakan hilang sejak, Sabtu (21/05) kemarin, setelah dilakukan pencarian terus-menerus oleh tim gabungan dari Basarnas Pos Jember dan TRC BPBD Kab. Lumajang, akhirnya mendapatkan hasil.
Ini Kronologis ditemukannya dua pendaki asal Kota Udang, mereka adalah Supyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Savitri (16), tim yang langsung melakukan pencarian menemukan jejak pada pukul 14.40 WIT sru pos sar jember menemukan jejak berupa bivak dengan tumpukan daun dan sisa pelepah pisang di sekitaran sebuah air terjun.
Kemudian sekitar pukul 16.05 WIT, akhirnya dua pendaki berhasil ditemukan, tepatnya di wilayah gunung Boto, pada hari ini, Selasa (24/05).
Kepala Pos SAR Jember, Dini kepada awak media mengatakan kedua survivor sudah ditemukan oleh sru pos sar jember, tepatnya bnerada di sebuah bukit dekat air terjun gunung boto.
Hingga berita ini diterbitkan proses evakuasi masih berlangsung, perkiraan membutuhkan waktu perjalanan 4-6 jam untuk sampai ke posko Tawon Songo Gunung Semeru. (Johan)

Dua Pendaki Semeru Asal Cirebon Berhasil Ditemukan

Gempac Junior - Pencarian dua pendaki gunung Semeru asal Cirebon yang dikabarkan hilang sejak Sabtu kemarin (21/05), oleh Tim gabungan dari Basarnas Pos Jember dan TRC BPBD Kab. Lumajang, akhirnya mendapatkan hasil. Sekira pukul 16.05 WIB akhirnya dua pendaki yang diketahui bernama Supyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Savitri (16) berhasil ditemukan, tepatnya di wilayah gunung Boto, Selasa (24/05).
Hal tersebut disampaikan TRC BPBD dan Mikha Basarnas Pos Jember, Ayon, melalui pesan singkat kepada keluarga salah satu korban.
“Korban sudah ditemukan dan sudah aman bersama tim. Saya mewakili BPBD Kabupaten lumajang mengucapkan terimakasih atas kerjasama keluarga serta bantuan doanya,” tulisnya.
Lebih lanjut Ayon menjelaskan, saat pertama kali ditemukan di wilayah gunung Boto, keduanya dalam keadaan sehat. Adapun tim yang menemukan berjumlah 10 orang, yakni dari Basarnas Pos Jember sebanyak 6 orang, TRC Kab. Lumajang berjumlah 1 orang, dan dari Poter Tawon Songo sebanyak 3 orang.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua pendaki gunung Semeru asal Kabupaten Cirebon dilaporkan hilang sejak Sabtu kemarin (21/05). Kedua pendaki itu bernama Supyadi (26), alamat Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegalgubug, Cirebon, lalu korban kedua atas nama Zirli Gita Ayu Savitri (16), pelajar, warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Mendapat informasi tersebut, Balai Besar TNBTS langsung melakukan operasi pencarian terhadap dua pendaki yang hilang tersebut. Pencarian difokuskan di kawasan Blank 75 dan sekitaran puncak Semeru, dengan mengerahkan puluhan anggota gabungan dari Basarnas dan TRC BPBD Kabupaten Lumajang.

Banyak Informasi HOAX, BPBD Kota Malang Pastikan Dua Pendaki Belum Ditemukan

Gempac Junior - Banyaknya informasi hoax dari media yang tak bertanggungjawab, mengenai perkembangan pencarian dua pendaki Semeru asal Cirebon yang hilang, ditanggapi oleh Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Ayon, yang juga turut melakukan penelusuran tersebut. Dirinya menyangkal informasi yang menyebutkan bahwa dua pendaki sudah ditemukan.
“Enggak itu enggak benar, tim kami masih dalam perjalanan menuju titik koordinat yang telah diinformasikan langsung oleh korban,” ujarnya.
Ayon juga menjelaskan, Tim SAR yang terdiri dari Basarnas dan BPBD pada Senin Kemarin (23/05) pukul 08.30 WIB langusng melakukan penelusuran, setelah sebelumnya mendapat informasi lokasi dari salah satu pendaki yang hilang, Supyadi, melalui pesan singkat SMS sekitar pukul 02.45 WIB.
“TIM sendiri dibagi dua, tim pertama berjumlah 12 orang melakukan penelusuran melalui jalur alternatif, sedangkan tim kedua yang berjumlah lebih banyak sekitar 80 personel, menelusuri jalur Ranupani,” terang Ayon.
Hingga berita ini dinaikkan, tim SAR masih belum sampai ke lokasi yang ditentukan, yakni diantara dua air terjun, yang diperkirakan 100 meter dari Sumbermani.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua pendaki gunung Semeru asal Kabupaten Cirebon dilaporkan hilang sejak Sabtu kemarin. Kedua pendaki itu bernama Supyadi (26), alamat Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegalgubug, Cirebon, lalu korban kedua atas nama Zirli Gita Ayu Savitri (16), pelajar, warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS terus menggelar operasi pencarian terhadap dua pendaki yang hilang. Pencarian difokuskan di kawasan Blank 75 dan sekitar puncak Semeru. 

"KRONOLOGIS KEJADIAN HILANGNYA DUA PENDAKI ASAL CIREBON DI GUNUNG SEMERU"

"KRONOLOGIS KEJADIAN HILANGNYA DUA PENDAKI ASAL CIREBON DI GUNUNG SEMERU"
Terhitung mulai sabtu sore pendakian kesemeru resmi ditutup, hingga selesainya operasi SAR yang dilakukan oleh pihak TNBTS.
berikut kronologis 2 pendaki hilang.Berkenaan dg informasi pendaki yg hilang di Gn. Semeru kami laporkan sbb : a. Korban hilang (survivor) 2 org, a.n. 1) Supyadi (26 th), alamat blok 4 tegal lempuyangan lor, tegal gubug, cirebon, 2) Zirli gita ayu savitri (16 th),pelajar, Ds. Bojong Kulon, Kec. Susukan, Kab. Cirebon.
b. Kronologis kejadian :
1) Rombongan 6 org terdiri dari ketua rombongan Sukron (L), Ahmad Khaerudin (L), Lindianasari(P), Rizatul Rizki (P) dan survivor berangkat dr Ranupani tgl 17 Mei menuju Ranu Kumbolo
2) tgl 18 Mei rombongan berangkat dr Ranu Kumbolo menuju Kalimati
3) tgl 19 Mei, rombongan berangkat dr Kalimati menuju puncak Semeru/Mahameru
4) sampe batas vegetasi, 2 orang turun ke kalimati krn sakit, 4 orang melanjutkan perjalanan, jam 8 pagi sampe Watugedhe dan beristirahat,2 orang berhenti di Watugedhe krn ada yg sakit, 2 org tg lain (survivor) melanjutkan perjalanan ke Mahameru
5) 08.00 s.d 14.00, sukron dan 1 org lain menunggu di watugedhe, namun survivor tidak turun sehingga diputuskan turun ke kalimati
6) Di Kalimati, rombongan menemui pak Sukaryo (Saver), melaporkan hilangnya survivor
7) tgl 20 Mei pukul 06.00 pak sukaryo dkk melakukan pencarian di puncak Mahameru dg hasil NIHIL
8. Tgl 20 Mei, pukul 20.00 teman survivor melaporkan secara resmi ke kantor Resort Ranupani, Kepala Resort Ranupani memberangkatkan Tim Advance untuk melakukan pencarian selama 1x 24jam dengan hasil NIHIL
9) T.m.t 21 Mei pukul 20.00 pendakian ke Gn. Semeru dinyatakan tertutup utk umum dan dinyatakan OPEN SAR utk pencarian survivor
10) Saat ini petugas dan para pihak di Ranupani sedang melakukan persiapan utk pelaksanaan OPEN SAR, sedangkan petugas yg sudah diterjunkan untuk melakukan pencarian sejumlah 20 org
11) Perlu kami laporkan bahwa sesuai dgn rekomendasi PVMBG, Pendakian Gn. Semeru hanya diperkenankan sampai kalimati dan para pendaki sudah menandatangani surat pernyataan diatas materai untuk melakukan pendakian hanya s.d Kalimati.